Peduli Kesehatan Ibu dan Anak, Satgas TMMD ke 110 Kodim Aceh Selatan Sosialisasi dan Penyuluhan Stunting

  • Whatsapp

NUSANTARAEXPRESS, ACEH SELATAN – Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 110 Kodim 0107/Aceh Selatan memberikan penyuluhan Stunting terhadap Ibu dan anak warga Desa Krueng Kluet Kecamatan Kluet Utara Kabupaten Aceh Selatan, Selasa (17/03/2021).

Kegiatan ini bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Selatan berserta Petugas Kesehatan dari Puskesmas Kampung Paya.

Bacaan Lainnya

Dansatgas TMMD ke 110 Kodim 0107/Aceh Selatan Letnan Kolonel Inf M. Yusuf, S.I.Kom melalui Pasiter Kodim Kapten Inf Priya Utama mengatakan, kegiatan penyuluhan Stunting tersebut juga sebagai sasaran Non Fisik pada program TMMD ke 110 Kodim 0107/Aceh Selatan.

Melalui sasaran non fisik tentang penyuluhan stunting ini, kita harapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat khususnya di lokasi TMMD terutama bagi kesehatan Ibu dan anak.

Kegiatan ini juga bentuk kepedulian kita terhadap kesehatan ibu dan anak warga desa krueng kluet yang menjadi wilayah sasaran kita dalam pelaksanaan TMMD.”ungkap Pasiter.

Dalam Penyulahan ini, pihak Dinas Kesehatan Eka Farwati, Amd.Kep yang juga kepala Puskesmas Kampung Paya menjelaskan tentang terjadinya stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama. Hal itu di karenakan asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi.

“Memperhatikan asupan makanan anak sejak dini sangat penting untuk menghindari berbagai permasalahan kesehatan akibat kekurangan gizi. Salah satu cara memastikan anak cukup asupan gizi dengan memperhatikan tinggi badan.”tuturnya.

Selain membahas stunting, Kapus dalam penyuluhannya juga dibahas mengenai makanan bergizi, pemberian Asi eksklusif dan perlunya imunisasi untuk anak.

Menurutnya, jika anak-anak lebih pendek dari teman seusianya, bisa jadi anak tersebut memiliki masalah dengan pemenuhan gizinya.

“Selain itu juga pertumbuhan si anak akan terhambat, stunting juga dikaitkan dengan perkembangan otak yang tidak maksimal. Sehingga menyebabkan kemampuan mental dan belajar dari anak menjadi kurang, serta prestasi sekolah yang buruk.” tutupnya. [Husni]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *