Situasi Penyekatan Kendaraan Para Pemudik Masuk Brebes

  • Whatsapp

NUSANTARAEXPRESS, BREBES – Puluhan kendaraan masih diputar balik di pos penyekatan para pemudik pada H-3 Lebaran/Idul Fitri 1442 Hijriyah, yang akan memasuki wilayah Jawa Tengah melalui Kabupaten Brebes.

Di Brebes sendiri, terdapat tiga titik utama penyekatan yaitu di Gerbang Tol Pejagan Km. 248, Terminal Truk Kecipir Kecamatan Losari (Jalan Raya Pantura), dan jalur tikus/jalur alternatif di Desa Bojongsari Kecamatan Losari.

Sejak diberlakukannya larangan mudik dari pemerintah pada 6 Mei 2021 lalu untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19, arus lalu-lintas tampak lengang dan hanya didominasi puluhan pemudik motor.

Sementara di tempat lain, yaitu di Exit Tol Brebes Timur, tidak terlihat kendaraan roda empat atau mobil pribadi yang keluar told an hanya beberapa mobil angkutan barang yang keluar-masuk tol.

Dikemukakan Danramil 04 Tanjung melalui Bati Tuud Pelda Rullyon, dari pukul 08.00-10.00 WIB pagi ini, terjaring setidaknya 20 kendaraan para pemudik di penyekatan di Gerbang Tol Pejagan.

“Ada sekitar 19 truk/mobil box pengangkut logistik dan Alkes yang kita persilahkan lanjut, namun untuk kendaraan pribadi dan angkutan umum (3 bus dan 2 travel), diperiksa administrasi Prokes dan surat jalannya,” terangnya.

Lanjutnya, bagi pemudik yang tidak layak akan diputar balik ke arah Jakarta oleh petugas gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Satpol PP, Dishub, Dinkes, dan BPBD, BNPB, sebagai pendukung pihak Polri dalam Operasi Ketupat Candi 2021.

Terpisah, di pos penyekatan di Terminal Truk Kecipir Losari, kendaraan para pemudik dengan plat nomor luar kota diarahkan masuk area penyekatan.

”Para pemudik kita cek suhu badannya dan kelengkapan administrasi perjalanan bebas covid-19. Jika tidak memenuhi ketentuan maka akan diputar balik oleh petugas gabungan,” bebernya.

Ditambahkannya, petugas gabungan terus menghimbau kepada warga masyarakat agar dapat menahan diri tidak mudik ke daerah pada lebaran kali ini. Itu semua untuk melindungi diri sendiri dan keluarga di daerah. (Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *