WhatsApp Wartawan NusantaraExpress Dipalsukan Untuk Menipu

  • Whatsapp

NUSANTARAEXPRESS, LABUHANBATU – Penipuan melalui jejaring sosial semakin merajalela. Tak luput pula terkena imbasnya wartawan media NusantaraExpress.top yang berdomisili di kota Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara beberapa waktu yang lalu. Akun KW yang dibuat oleh oknum yang tak bertanggungjawab ini sepertinya hanya untuk melakukan penipuan dan mengincar mangsa.

“Hati-hati buat rekan rekan semua yang ada di media sosial, saya secara pribadi tidak pernah menyebarkan informasi terkait dengan barang pelelangan seperti yang ada di nomor WhatsApp saya. Baik melalui WhatsApp atau Facebook dan juga di jejaring sosial lainnya. Saya pastikan sekali lagi, ini bukan  saya. Agar semua rekan-rekan bisa berhati-hati”. Jelas Herman kepada media ini.

“Benar, nomor WhatsApp yang mengatasnamakan saya dan bahkan menggunakan foto saya telah menyebarkan informasi yang tidak benar. Dan hal ini bisa merugikan semua pihak, bahkan saya sendiri”. Pungkas Herman melalui WhatsApp, Kamis (05/08/2021) sekira pukul 19.00 Wib.

Dengan teknologi, semua bisa dilakukan dan semua bisa dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Jelas Praktisi IT Mislam Samasi lulusan Pertama CCNA tahun 2003 di P3GT Bandung yang juga sebagai Pimpinan Redaksi media NusantaraExpress.top.

MISLAM – Pimpinan Redaksi NusantaraExpress.top

Imbuhnya, Jangan kita mudah terjebak dengan informasi yang sumbernya tidak valid. Pastikan informasi dari orang yang jelas dan  benar.

Dengan keterbukaan informasi saat ini yang juga membuat perkembangan teknologi begitu cepat dan semakin canggih, agar kita semua tetap berhati-hati, jangan pernah percaya dengan data yang kita lihat, baik itu gambar, tulisan atau bahkan vidio yang sudah beredar di dunia maya. Itu semua bisa dimanipulasi sesuai dengan kebutuhan dari si pembuat.

Agar kita tidak terjebak dengan semua itu, ada beberapa tips yang bisa dilakukan:

  1. Website / Link informasi tidak menggunakan Domain GRATISAN
  2. Tercantum alamat dengan Jelas di Website
  3. Hindari Klik Link undian
  4. Jangan percaya dengan Capture Gambar yang tidak disertai dengan Link sumber asli

Dengan kita memahami 4 item diatas, berarti kita sudah mampu mebentengi diri agar kita terhindar dari penipuan yang menggunakan teknologi. Jika kita tidak memahami semua itu, jangan pernah malu menanyakan kepada yang tau dan ahli dibidang IT (Information Technology) tapi bukan asal tau, justru malah terjebak.

 

Penulis: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *