Progam Unggulan Ternak Ikan Yonif 126/KC, Tingkatkan Ketahanan Pangan Warga Papua di Tengah Pandemi Covid – 19

  • Whatsapp

NUSANTARAEXPRESS, JAKARTA – Dalam rangka persiapan tugas sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG, Yonif 126/KC mempersiapkan program unggulan, salah satunya adalah membudidayakan ternak ikan.

Demikian disampaikan Komandan Yonif 126/KC Letkol Inf Dwi Widodo dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/8/2021).

Bacaan Lainnya

Dijelaskannya, budidaya ternak ikan, yang diaplikasikan personel Yonif 126/KC kepada masyarakat sekitar daerah latihan taktis Tingkat Kompi di Pulo Mandi, Kabupaten Asahan, sebagai sarana pra tugas sebelum berangkat ke daerah penugasan.

Danyonif 126/KC Letkol Inf Dwi Widodo, S.H., M.Han. yang akan bertindak sebagai selaku Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 126/KC mengatakan bahwa TNI saat ini sedang gencar-gencarnya menyikapi dampak pandemi Covid-19 terhadap masyarakat. TNI beserta komponen bangsa lainnya berusaha mengatasi kesulitan rakyat pada masa pandemi Covid-19 ini, di mana banyak masyarakat menurun kondisi ekonominya karena kehilangan sumber mata pencaharian.

“Melalui pelatihan ternak ikan kepada masyarakat, diharapkan kegiatan ini mampu menghasilkan ketahanan pangan bagi masyarakat Papua nantinya, “ ujar Danyonif.

Letkol Dwi Widodo menyampaikan Kepada seluruh Komadan Pos (Danpos) Satgasnya agar mengimbau dan mengajak masyarakat di sekitar Pos untuk membangun kolam dari terpal anti air di lahan kosong sekitar pemukiman mereka, kemudian memberikan pelatihan kepada masyarakat bagaimana caranya beternak ikan yang baik agar mendapatkan hasil yang optimal.

“Selain bernilai ekonomis, ikan memiliki banyak manfaat diantaranya adalah sebagai sumber nutrisi bagi manusia yang mengkonsumsinya karena mengandung nutrisi tinggi diantaranya asam lemak Omega-3, DHA dan EPA. Selain itu, ikan juga memiliki sedikit lemak jenuh, protein yang tinggi, vitamin D, kalsium, yodium, dan berbagai nutrisi penting, ” jelasn Dwi Widodo.

Lebih lanjut dikatakan, pandemi Covid – 19 yang belum dapat diprediksi kapan berakhir, telah berpengaruh terhadap kehidupan perekonomian masyarakat, tidak terkecuali di wilayah Papua yang merupakan perbatasan RI – PNG.

“Diharapkan dengan program unggulan yang akan kami jalankan di daerah penugasan, mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan perekonomian warga Papua, karena untuk lahan, dan sumber daya alam maupun SDM nya juga sangat memungkinkan, ” pungkasnya. (Dispenad)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *