Langkah Cerdas Mengatur Keuangan di Masa Pandemi COVID 19

  • Whatsapp

Langkah Cerdas Mengatur Keuangan di Masa Pandemi COVID 19

Musibah pandemi COVID 19 yang di alami dunia saat ini membawa perubahan yang besar dalam setiap lapisan masyarakat. Perubahan ini begitu berpengaruh pada keadaan ekonomi Indonesia, khususnya masyarakat . Masyarakat yang pekerjaannya terkikis karena pandemi tentu merasakan lonjakan ekonomi yang begitu besar dalam hidupnya. Tanpa adanya persiapan dan pola pikir yang matang, Maka masyarakat akan mengalami kesulitan ekonomi.
Untuk menghadapi menghindari krisis dalam keuangan akan lebih baik jika lebih cerdas dalam mengelola keuangan. Ini membantu kamu untuk bisa mempertahankan kemampuan finansial sampai pandemi COVID 19 berakhir, dan perekonomian kembali normal.
Terlebih jika kamu adalah tulang punggung keluarga, penting untuk meninjau kembali pengeluaran bulanan agar memastikan kemampuan finansial tetap aman. Berikut langkah yang bisa kamu lakukan dalam mengelola keuangan di tengah krisis.

Menurut Pj.Bupati Kabupaten Labuhanbatu Muliyadi Simatupang,S.Pi, M.Si, usai mengikuti rapat paripurna DPRD terkait pengesahan ranperda pengelolaan keuangan daerah Senin 30/8/2021, “Atur Pemasukan dan Pengeluaran Bulanan Ada dua sisi dalam hal penganggaran, yakni berapa yang kamu belanjakan dan berapa pendapatan yang kamu hasilkan. Jika pendapatan kamu termasuk yang terpukul karena pandemi virus corona, sudah tentu tak bisa lagi melakukan penganggaran dengan cara yang sama seperti sebelumnya. Untuk bisa melakukan penganggaran yang tepat, kamu perlu tahu dulu, pendapatan yang terpukul pandemi itu dasarnya karena pemotongan gaji atau PHK. Ini untuk membantu kamu tahu seberapa besar anggaran yang perlu dipotong. Misalnya, jika kamu mengalami pemotongan gaji sebesar 50 persen, maka itu artinya mungkin kamu perlu memotong biaya pengeluaran bulanan sebesar 50 persen juga atau bahkan lebih. Asumsinya, perbandingan antara porsi yang kamu belanjakan dari apa yang kamu dapatkan saat ini, tetap sama seperti sebelumnya. Dengan demikian, kamu tidak perlu menciptakan utang, karena telah menyesuakan belanja dengan pendapatan.

Tapi, jika di masa sebelum pandemi kamu biasa menghabiskan uang lebih dari nilai pendapatan kamu, itu berarti kamu betul-betul harus memangkas pengeluaran lebih dalam, supaya anggaran bulanan kamu saat ini lebih efektif dan efisien. Di sisi lain, akan lebih baik jika kamu memiliki tabungan untuk kebutuhan darurat. Jadi cek rekening kamu, tidak ada jumlah yang terlalu sedikit atau terlalu banyak, tabungan itu akan sangat membantu kemampuan finansial kamu untuk bisa bertahan di tengah pandemi.
Kategorikan Pengeluaran Bulanan
Memangkas biaya pengeluaran bulanan menjadi cara yang paling efektif untuk bertahan di tengah krisis ekonomi saat ini. Tapi sebelum melakukan itu, kamu harus lebih dulu mengkategorikan pengeluaran agar benar-benar tahu apa yang dibutuhkan dan apa yang tidak. Mulailah dengan pengeluaran wajib yang harus dibayarkan tiap bulan. Misal, cicilan rumah atau tagihan kost, listrik, kebutuhan akan makanan, hingga pelunasan utang.

Jika kamu memang punya tagihan utang, seperti kartu kredit, jangan lupakan. Kamu perlu tetap menganggarkannya agar tidak ada tambahan tagihan bunga karena penundaan pembayaran. Kemudian, buatlah daftar kedua yang berisikan pengeluaran bulanan yang sering dilakukan namun tidak terlalu penting. Seperti, belanja pakaian, hobi, perawatan diri, rekreasi, makan di luar, dan sebagainya. Kamu juga perlu membuat daftar ketiga, yakni berisikan pengeluaran tidak teratur tiap bulan. Misalnya, pembayaran pajak akan rumah, tanah, atau kendaraan yang dibayarkan tiap tahun. Ini agar kamu bersiap ketika tagihan jatuh tempo nantinya.

Pangkas Pengeluaran yang Tidak Penting

Pada akhirnya, ketiga kategori yang telah dibuat akan membantu kamu untuk memilah, pengeluaran apa yang benar-benar dibutuhkan, apa yang diperlukan tapi bisa dikesampingkan lebih dulu, atau apa yang benar-benar bisa kamu hapus dari daftar pengeluaran. Jika kamu benar-benar dalam tekanan finansial, tentu akan lebih baik fokus pada pembayaran kebutuhan utama, misal cicilan rumah. Jadi, mungkin kamu bisa menyingkirkan pengeluaran, seperti makan di luar, belanja baju baru, rekreasi, beli gadget baru, keanggotaan gym, dari daftar anggaran.

Menyingkirkan sebagian daftar pengeluaran itu mungkin terasa menyakitkan. Tapi sekarang, dunia dalam kondisi yang mengharuskan sebagian besar orang bertahan di rumah, minim bertemu orang lain atau bahkan berpergian. Jadi, memangkas pengeluaran rasanya lebih ringan untuk kamu lakukan. Biaya lainnya yang juga bisa kamu pangkas, misalnya biasa mengirim pakaian ke laundry atau menyewa tukang cuci, kini akan lebih baik jika mencucinya sendiri. Hal ini akan sangat membantu kamu untuk menghemat sebanyak mungkin dari pendapatan bulanan.

Belanja Kebutuhan Sehari-hari dengan Strategis

Meskipun mengurangi pengeluaran dapat membantu membuat penganggaran yang lebih aman selama masa krisis ini, tapi tetap saja kamu tidak akan bisa berhenti belanja sepenuhnya. Meski demikian, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk dapat menghemat uang saat berbelanja. Kamu bisa memanfaatkan layanan cash back atau mendapatkan potongan harga dari hasil pembelanjaan yang dilakukan.

Saat ini banyak aplikasi yang menyediakan layanan cashback, yang memberikan kamu pengembalian dana baik berupa uang tunai atau dalam bentuk poin yang bisa digunakan untuk belanja kedepannya. Umumnya, layanan ini juga tersedia di penggunaan kartu kredit. Jadi kamu juga perlu hati-hati, jangan sampai malah membebani biaya kartu kredit di situasi ekonomi saat ini yang serba tak menentu. [Rahmad]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *